Main Article Content
Abstract
Lansia banyak mengalami berbagai masalah dalam hal kesehatan, terutama yang berkaitan dengan proses penuaan. Masalah kesehatan pada lansia akan muncul seiring dengan penurunan fungsi tubuh yang dialami. Kurangnya kemampuan beradaptasi secara psikologis terhadap perubahan yang terjadi, mengakibatkan seringkali terjadi permasalahan psikososial, salah satunya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik responden dan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada lansia di Posbindu RW 18 Perumahan Sukatani, Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif serta pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 92 lansia dengan teknik purposive sampling. Hasil Univariat menunjukkan mayoritas berusia 45-59 tahun (81.5%), berjenis kelamin perempuan (58.7%), memiliki riwayat penyakit kronis (53.3%), mendapat dukungan keluarga yang kurang baik (63%) dan mengalami depresi (71.7%). Analisis Bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau B, Kendall’s Tau C dan Chi Square. Secara statistic didapatkan hasil terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan depresi (p-value = 0.003) dan riwayat penyakit kronis dengan depresi (p-value 0,044). Namun terdapat hubungan yang tidak bermakna antara usia dengan depresi (p-value 0,575) dan jenis kelamin dengan depresi (p-value 0,292). Dukungan keluarga yang baik dapat mempengaruhi tingkat kesehatan lansia, terutama pada terjadinya depresi.
